MATAKOTA II Bandung – Suasana di SDN Babakan Tiga Ciwidey, Kamis (16/4/2026), terlihat lebih ramai dari biasanya. Sejumlah siswa datang bergantian. Sebagian mengenakan pakaian muslim dan menunggu giliran tampil dalam ajang Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI).

Kegiatan ini tidak hanya digelar di satu tempat. Sebagian lomba juga berlangsung di SDN Ciwidey 6. Hal ini dilakukan karena keterbatasan ruang jika seluruh peserta dikumpulkan di satu sekolah.

Dari data panitia, sekitar 200 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) dari 33 sekolah di Kecamatan Ciwidey ikut ambil bagian.

Di antara peserta, Sahal Zakir Mahmudin, siswa kelas 3 SDN Cijeruk, terlihat bersiap mengikuti lomba adzan. Ia sempat berlatih pelan sebelum dipanggil tampil.

Sahal mengaku senang bisa ikut kegiatan ini. Meski persiapannya tidak panjang, ia tetap mencoba tampil maksimal.

Di dekatnya, Silvi Rukoyah, S.Pd, terus memberikan arahan. Ia merupakan guru pembimbing untuk lomba adzan dan kaligrafi.

Peserta SDN Cijeruk didampingi guru saat mengikuti lomba adzan di Pentas PAI Ciwidey Kabupaten Bandung.
Peserta SDN Cijeruk didampingi guru saat lomba adzan di Pentas PAI Ciwidey.

Menurut Silvi, waktu persiapan memang cukup singkat. Namun anak-anak dinilai cepat menyesuaikan hingga hari pelaksanaan. “Alhamdulillah anak-anak tidak sulit diarahkan. Dari latihan sampai lomba berjalan lancar,” ujarnya.

Ia juga menyebut, setiap guru mendapat tugas membimbing minimal dua cabang lomba.

Cabang yang dipertandingkan meliputi Lomba Cerdas Cermat (LCC), kaligrafi, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), Lomba Pidato Siswa Berbasis (LPSB), dai cilik, adzan, dan qasidah.

Sementara itu, Wakil Ketua Pelaksana Pentas PAI Kecamatan Ciwidey, Iyan Taryana, S.Pd.I, menyebut jumlah peserta yang hadir belum sepenuhnya memenuhi kuota. Ia mewakili Ketua Pelaksana Deden Rusdiana, S.Pd.I.

Menurut Iyan, setiap sekolah sebenarnya dapat mengirim hingga 25 peserta. Namun di lapangan, rata-rata hanya sekitar 12 siswa yang ikut.

“Ada yang tidak ikut karena sakit dan alasan lainnya,” katanya.

Ia juga menjelaskan, penggunaan dua lokasi menjadi solusi karena keterbatasan tempat.

Terkait kegiatan belajar mengajar (KBM), ia menegaskan tidak ada peliburan siswa. Pembelajaran dialihkan ke rumah karena sekolah digunakan untuk kegiatan. Hal ini sesuai instruksi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.

Siswa yang tidak mengikuti lomba tetap mendapatkan tugas dari sekolah masing-masing. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

Pelaksanaan kegiatan ini memberi ruang bagi siswa untuk tampil. Di sisi lain, kondisi peserta dan penyesuaian KBM menjadi catatan ke depan.

Di akhir kegiatan, harapan pun disampaikan. Iyan berharap ajang ini bisa melahirkan siswa yang mampu bersaing di tingkat Kabupaten Bandung, bahkan hingga provinsi.***

Check Also

Bupati Bandung Bertakziyah ke Rumah Duka Korban Insiden di Sungai Cibanjaran, Banjaran

MATAKOTA II Bandung — Bupati Bandung Dadang Supriatna bertakziyah ke rumah duka korban men…