MUI Bandung Didorong Lebih Aktif, Edwin Senjaya Soroti Persoalan Sosial dan Pembangunan
MATAKOTA|| BANDUNG – Pimpinan DPRD Kota Bandung, H. Toni Wijaya, S.E., S.H., dan Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., dikukuhkan sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung masa khidmat 2026–2031. Keduanya diharapkan dapat memperkuat peran MUI dalam mengawal pembangunan sekaligus membantu menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Pengukuhan tersebut berlangsung dalam rangkaian pelantikan Dewan Pertimbangan, Pengurus Harian, serta Komisi dan Lembaga MUI Kota Bandung di Pendopo Wali Kota Bandung, Sabtu (10/10/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Barat Nomor Kep-598/DP.P-XII/IX/2026.
Dalam sambutannya, Edwin Senjaya yang akrab disapa Kang Edwin menegaskan bahwa MUI merupakan salah satu unsur masyarakat yang memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Menurutnya, pembangunan Kota Bandung membutuhkan sinergi dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media.
Edwin menilai MUI memiliki potensi besar untuk mengambil bagian dalam kolaborasi tersebut, mengingat kepengurusannya terdiri atas berbagai figur dengan latar belakang dan kompetensi yang beragam.
“Keberhasilan dari proses pembangunan sebuah daerah tentunya dibutuhkan adanya sinergi dan kolaborasi dari lima unsur pemangku kepentingan atau pentahelix, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, unsur masyarakat, dan peran media,” ujarnya.
Ia menambahkan, MUI diharapkan tidak hanya berperan dalam aspek keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam mengawal pembangunan, baik fisik maupun nonfisik, serta terlibat dalam upaya mengatasi berbagai persoalan sosial.
Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian, menurut Edwin, antara lain perjudian daring, pinjaman daring ilegal, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai persoalan perilaku sosial yang membutuhkan pendekatan edukatif dan pembinaan masyarakat.
“Saya kira sudah saatnya MUI turut berperan serta di dalam mengatasi persoalan-persoalan tadi, karena pembangunan Kota Bandung tidak hanya berupa fisik, namun juga nonfisik yang masih menjadi pekerjaan rumah dan harus segera kita benahi,” ucapnya.
Edwin berharap, kepengurusan MUI Kota Bandung periode 2026–2031 yang diisi figur-figur berkompeten dan memiliki ketakwaan dapat menjalankan peran secara optimal, terutama dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.
Dengan sinergi antara MUI, pemerintah, dan seluruh unsur masyarakat, pembangunan Kota Bandung diharapkan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik, tetapi juga memperkuat kehidupan sosial dan kualitas masyarakat.
Senandung Perdana Didorong Jadi Gerakan Sekolah Ramah Anak, DPRD Bandung Tekankan Pencegahan dan Pemulihan
BANDUNG – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., mendorong p…







