Home Parlemen Kang Asmul: Kesehatan Mental Jadi Fondasi Pembangunan SDM Kota Bandung
Parlemen - 2026-05-13

Kang Asmul: Kesehatan Mental Jadi Fondasi Pembangunan SDM Kota Bandung

MATAKOTA || Bandung, — Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi mengapresiasi peluncuran layanan 12 psikolog klinis di UPTD Puskesmas Kota Bandung sebagai langkah nyata pemerintah dalam memperkuat pelayanan kesehatan mental masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran layanan psikolog klinis di Aula Dinas Kesehatan Kota Bandung, Selasa (12/5/2026). Kegiatan itu juga dihadiri anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, yakni Agung Firmansyah Sumantri dan Soni Daniswara, serta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Pria yang akrab disapa Kang Asmul itu menilai layanan kesehatan mental di puskesmas merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap isu kesehatan jiwa yang kini semakin penting di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.

“Ini bukan sekadar program pelayanan kesehatan, tetapi juga wujud komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian serius terhadap kesehatan mental masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat urban saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan ekonomi, persoalan keluarga, hingga meningkatnya kasus kecemasan sosial dan gangguan kesehatan mental pada anak serta remaja.

Ia menegaskan, kesehatan mental harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kehadiran psikolog klinis di puskesmas dinilai sebagai langkah strategis untuk mendekatkan layanan kesehatan jiwa kepada masyarakat secara lebih mudah, aman, dan tanpa stigma.

DPRD Kota Bandung juga mendorong transformasi pelayanan kesehatan dari pendekatan kuratif menuju promotif dan preventif melalui penguatan edukasi, deteksi dini, serta pendampingan masyarakat sejak awal.

Selain itu, Kang Asmul berharap program tersebut tidak berhenti pada seremoni peluncuran semata, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pemerataan layanan di seluruh wilayah Kota Bandung, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi layanan kesehatan mental dengan sekolah, keluarga, dan komunitas guna meningkatkan literasi kesehatan jiwa di masyarakat sekaligus menghapus stigma terhadap konsultasi psikologis.

“Pembangunan kesehatan tidak cukup hanya pada aspek fisik, tetapi juga harus memperhatikan ketahanan mental masyarakat. Investasi terbesar sebuah kota adalah pada manusianya,” katanya.

Kang Asmul berharap layanan psikolog klinis di puskesmas dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem pelayanan kesehatan mental yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Bandung.

Menurutnya, DPRD Kota Bandung akan terus mendukung kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk layanan kesehatan jiwa, demi mewujudkan Kota Bandung yang lebih sehat, peduli, dan humanis.

Check Also

Deni Nursani Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama dalam Silaturahmi DKM se-Kota Bandung

MATAKOTA || BANDUNG – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Deni Nursani, menghadiri kegiat…