Home Berita Pangdam III/Siliwangi: Pertahanan Wilayah Harus Berjalan Seiring dengan Ketahanan Masyarakat
Berita - 2026-10-06

Pangdam III/Siliwangi: Pertahanan Wilayah Harus Berjalan Seiring dengan Ketahanan Masyarakat

MATAKOTA|| BANDUNG — Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., memaparkan strategi pertahanan dan keamanan wilayah serta berbagai program unggulan pembinaan teritorial kepada peserta didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 Tahun Anggaran 2026.

Paparan tersebut disampaikan dalam rangka Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) peserta didik Sespimti Polri di Ruang Siliwangi Makodam III/Siliwangi, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB itu dihadiri Ketua Rombongan Irjen Pol. Dr. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., Kasdam III/Siliwangi Brigjen Pol. Dr. Kurniadi, S.I.K., S.H., M.Si., para pejabat utama Kodam III/Siliwangi, komandan satuan, kepala badan pelaksana, serta para perwira peserta didik Sespimti Polri.

Dalam paparannya, Mayjen TNI Kosasih menjelaskan posisi dan peran Kodam III/Siliwangi sebagai Komando Utama Pembinaan dan Operasional TNI AD dengan wilayah kerja meliputi Jawa Barat dan Banten.

“Kodam III/Siliwangi memiliki dua tugas pokok, yaitu sebagai Komando Utama Operasi dan Komando Utama Pembinaan,” ujar Mayjen TNI Kosasih.

Sebagai Komando Utama Operasi, Kodam III/Siliwangi bertugas menyelenggarakan operasi pertahanan dan keamanan matra darat sesuai kebijakan Panglima TNI.

Sementara sebagai Komando Utama Pembinaan, Kodam memiliki tugas membina kemampuan, kekuatan, gelar kekuatan, serta teritorial guna menyiapkan wilayah pertahanan darat.

Dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman, Pangdam menegaskan pentingnya kesiapan dan kemampuan adaptasi satuan. Hal itu dilakukan melalui integrasi kemampuan satuan TNI yang berada di wilayah Jawa Barat dan Banten, sekaligus menyiapkan sejumlah alternatif cara bertindak sesuai perkembangan situasi dan karakteristik wilayah.

“Kelima alternatif tersebut memberikan pilihan penggunaan kekuatan dan pengaturan operasi yang berbeda sehingga dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi, arah ancaman, serta kondisi medan dan wilayah operasi,” jelasnya.

Tak hanya aspek pertahanan, Pangdam juga memaparkan berbagai program unggulan pembinaan teritorial sebagai bentuk kehadiran TNI di tengah masyarakat.

Program tersebut diarahkan untuk memberdayakan potensi wilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Dalam pelaksanaan fungsi pembinaan teritorial, Kodam III/Siliwangi menyelenggarakan berbagai kegiatan unggulan sebagai wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat,” katanya.

Sejumlah program yang dipaparkan antara lain Cikabayam, Edukasi Wisata “Kodamku Rumahku”, pelayanan kesehatan, pembersihan lingkungan dan rumah ibadah, pengembangan Desa Wisata Green Canyon Karawang, pemanfaatan lahan TNI untuk pertanian, pembangunan jembatan dan sumur bor, pendampingan serap gabah, hingga pipanisasi.

Melalui program Cikabayam, tercatat sebanyak 9.116 ekor ternak telah dibudidayakan sebagai modal produktif masyarakat.

Selain itu, Kodam III/Siliwangi telah memanfaatkan lahan seluas 232,28 hektare untuk pertanian, membangun jembatan di 200 titik, menyediakan sumur bor di 116 titik, serta melaksanakan pipanisasi di 53 titik di Jawa Barat.

Menurut Mayjen TNI Kosasih, berbagai program tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Program tersebut juga mendukung penyediaan air bersih, pelayanan kesehatan, sanitasi, serta peningkatan konektivitas masyarakat.

“Pelaksanaan berbagai kegiatan unggulan bidang teritorial memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tuturnya.

Pangdam berharap paparan mengenai strategi pertahanan dan pembinaan teritorial tersebut dapat memperluas wawasan peserta didik Sespimti Polri, khususnya dalam memahami dinamika keamanan dan pertahanan di wilayah Jawa Barat dan Banten.

“Semoga penjelasan tentang strategi pertahanan dan keamanan di wilayah Kodam III/Siliwangi ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi para peserta didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 Tahun Anggaran 2026,” pungkas Mayjen TNI Kosasih.

Check Also

Gebyar Lelang BRI 2026 Resmi Dibuka, Lebih dari 5.000 Aset Ditawarkan di 74 Lokasi

MATAKOTA || Bandung, – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office (RO) 09 Band…