Pesan Dedi Mulyadi kepada PWI Jabar: Independensi Wartawan Jangan Tergadai Kepentingan
MATAKOTA||BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan insan pers agar tetap menjadi penjaga kebenaran informasi di tengah derasnya arus komunikasi publik.
Menurut Dedi, independensi wartawan harus tetap dijaga dan tidak boleh terganggu oleh kepentingan apa pun. Dengan demikian, informasi yang diterima masyarakat dapat tetap akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pesan tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2026-2031 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Dedi menegaskan organisasi profesi wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas jurnalistik dengan menempatkan fakta sebagai landasan utama pemberitaan.
“Wartawan itu kan independen, maka PWI harus terus menjunjung tinggi independensi, keberpihakan pada fakta dan menyajikan berita sesuai fakta, tidak menambah, tidak mengurangi,” ujar Dedi.
Dedi menilai, keberadaan pers yang profesional merupakan salah satu fondasi penting dalam kehidupan demokrasi. Selain menyampaikan informasi kepada masyarakat, media memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Menurutnya, fungsi kontrol tersebut diperlukan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan berlangsung secara terbuka dan tetap berada dalam koridor kepentingan masyarakat.
“Karena ini profesi terhormat dalam membangun keseimbangan demokrasi di Indonesia dan Jawa Barat dan upaya melakukan cek and balance terhadap penyelenggaraan pemerintahan kalau di Jawa Barat dipimpin oleh saya,” katanya.
PWI Jabar Siap Kawal Pemerintahan dan Aspirasi Masyarakat
Sementara itu, Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon menegaskan komitmen organisasinya untuk membangun hubungan yang produktif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tanpa meninggalkan fungsi utama pers sebagai pengawas kebijakan publik.
Menurut Tantan, wartawan memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi mengenai kinerja pemerintah sekaligus menjadi saluran bagi aspirasi masyarakat.
“Kita juga memiliki niat baik, Pak, untuk membesarkan, untuk terus menjadi mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tentunya pemerintah punya kinerja, masyarakat punya partisipasi, dan kita wartawan punya kewajiban untuk terus mengawal,” tegas Tantan.
Tantan mengungkapkan, PWI Jawa Barat saat ini menaungi lebih dari 1.000 anggota yang tersebar di 22 kabupaten dan kota. Organisasi tersebut juga didukung empat kelompok kerja yang aktif menjalankan fungsi organisasi.
Dengan jaringan tersebut, PWI Jawa Barat berupaya memastikan berbagai informasi mengenai pembangunan daerah dapat tersampaikan secara luas. Di sisi lain, PWI juga akan membawa berbagai masukan dan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
“Dan tentunya kita juga akan menyampaikan apa yang sudah dilakukan Pak Gubernur, apa yang akan disampaikan Pak Gubernur kepada masyarakat, dan tentu sebaliknya. Kita akan menyampaikan apa yang menjadi keluh kesah masyarakat, apa yang menjadi aspirasi masyarakat, dan tentunya apa yang menjadi keinginan masyarakat,” ucapnya.
Tantan menambahkan, PWI Jawa Barat siap berkontribusi dalam mengawal berbagai program pembangunan daerah, termasuk mendukung terwujudnya visi “Jabar Istimewa, Kota Ditata, Lembur Diurus” yang menjadi arah pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi.
Bagi PWI Jawa Barat, kemitraan dengan pemerintah tetap harus berjalan beriringan dengan independensi pers dan tanggung jawab jurnalistik dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.
Nuryati Resmi Pimpin IKWI Jawa Barat Periode 2026-2031, Perkuat Peran Perempuan dan Ketahanan Keluarga Pers
MATAKOTA|| BANDUNG — Nuryati resmi dilantik sebagai Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indones…






