Jokowi Tegaskan Dirinya Kader PSI, Pamer KTA di Hadapan Kader
MATAKOTA|| BANDUNG – Joko Widodo menegaskan dirinya kini menjadi bagian dari Partai Solidaritas Indonesia. Jokowi bahkan menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) PSI miliknya di hadapan kader PSI Kota Bandung.
Hal itu disampaikan dirinya saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Daerah PSI Kota Bandung yang turut dihadiri oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Dewan Pembina PSI Grace Natalie, serta jajaran pengurus pusat hingga daerah di Hotel Grand Pasundan, Sabtu (26/09/2026).
“Saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI,” kata Jokowi.
Ia menyebut dirinya sudah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025. Jokowi kemudian mengeluarkan KTA PSI dan menunjukkannya kepada peserta acara. Ia memastikan kartu tersebut mencantumkan nama Joko Widodo dengan nomor keanggotaan S 3320257777777.
“Sudah jelas semuanya ya, jangan sampai ada yang meragukan bahwa saya ini sudah menjadi keluarga besar PSI,” tegasnya.
Setelah menegaskan statusnya sebagai anggota PSI, Jokowi beralih membahas pekerjaan rumah partai. Ia menyoroti perkembangan struktur PSI di seluruh Indonesia. Jokowi menyebut struktur DPW PSI di seluruh Indonesia sudah mencapai 100 persen. Dari 514 DPD, sebanyak 498 struktur disebut sudah terbentuk atau sekitar 97 persen.
Untuk tingkat DPC, Jokowi menyebut 6.199 dari total 7.277 struktur sudah selesai. Angka itu setara dengan 85 persen. Sementara untuk DPRT, Jokowi menyebut baru 24.900 dari sekitar 83.000 struktur yang terbentuk. Artinya, capaian di tingkat tersebut baru sekitar 30 persen.
Namun, Jokowi tidak ingin kader berhenti setelah struktur terbentuk. Menurut dia, struktur partai harus benar-benar bergerak dan bekerja di tengah masyarakat.
“Struktur itu harus hidup, struktur itu harus bekerja,” ucapnya.
Jokowi meminta kader PSI membangun jaringan dengan berbagai komunitas. Ia menyebut komunitas olahraga, budaya, seni, buruh, hingga komunitas lainnya sebagai ruang yang harus dimasuki kader. Kader juga diminta membangun hubungan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.
“Ini loh PSI, ini loh PSI,” tutur Jokowi, menggambarkan cara kader memperkenalkan partainya kepada masyarakat.
Jokowi juga meminta kader turun dalam kegiatan sosial. Kerja bakti, gotong royong, kegiatan lingkungan, hingga aktivitas kemasyarakatan lainnya harus menjadi bagian dari kerja politik kader PSI.
Presiden ke-7 Republik Indonesia ini meminta kader tidak hanya bekerja di balik meja. Mereka harus hadir langsung di tengah masyarakat. Ia menekankan agar kader hadir sampai ke lingkungan tempat tinggal warga dan membangun hubungan personal dengan masyarakat.
“Kita ini yang kita cari adalah dukungan rakyat, dukungan masyarakat, dukungan warga,” imbuhnya.
Pesan itu kemudian ia kaitkan dengan target politik PSI. Jokowi mengatakan PSI tidak perlu takut menghadapi parliamentary threshold, berapa pun angka ambang batas yang nantinya berlaku.
“Mau parliamentary threshold 5 persen, oke enggak masalah. Mau 6 persen, enggak masalah. Mau 7 persen, enggak masalah. Mau 8 persen, enggak masalah,” kata Jokowi.
Bagi Jokowi, persoalannya bukan sekadar angka ambang batas. Ia meminta kader fokus membangun mesin partai dan bekerja di lapangan.
“Saudara-saudara bekerja keras untuk partai. Strukturnya aktif dan bekerja, hidup dan bekerja. Kuncinya hanya di situ,” ujarnya.
Jokowi juga menegaskan target PSI tidak berhenti pada upaya masuk Senayan. Ia menyatakan keyakinannya PSI akan menjadi partai besar.
“Ini akan menjadi partai besar,” cetusnya.
Sebelumnya, Ketua DPD PSI Kota Bandung Yoel Yosaphat menerangkan jika Rakorda bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan momentum penyerahan tanggung jawab bagi seluruh kader untuk melanjutkan kerja-kerja politik yang lebih masif.
“Pada tahun 2024, Kota Bandung telah berhasil menambah satu kursi atau satu legislatif, dari semula 3 kursi ketika Pemilu 2019. Empat kursi yang kita miliki menjadikan Kota Bandung sebagai salah satu daerah yang memiliki fraksi PSI utuh,” ungkapnya.
Hal ini, diklaim Yoel, merupakan salah satu kekuatan PSI Kota Bandung untuk dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai program pelatihan hingga layanan kedaruratan yang dilayani oleh ambulans PSI Kota Bandung.
“Seperti yang selalu diingatkan oleh Pak Jokowi, kalau ingin menjadi partai yang besar, mesin partai kita harus bergerak sampai ke tingkat paling bawah. Tidak bisa hanya berhenti di tingkat DPD. Kita harus mengetuk pintu-pintu di desa, di kelurahan, bahkan sampai ke tingkat RT dan RW,” pungkasnya. (**)
Semarak HUT ke-81 TNI, Pangdam III/Siliwangi Buka Lomba Domino Piala Panglima TNI
MATAKOTAN||BANDUNG — Suasana penuh keakraban mewarnai Lomba Domino Piala Panglima TNI yang…









