Home All News Waduh! BOR di Kota Bandung Capai 92 Persen
All News - Regional - 2021-06-21

Waduh! BOR di Kota Bandung Capai 92 Persen

MATAKOTA, Bandung – Waduh! Keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di ruang isolasi bagi pasien COVID-19 di berbagai rumah sakit di Kota Bandung terus naik dan sudah mencapai angka 92 persen.

Diungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara, kasus harian COVID-19 pun terus meningkat hingga angka terakhir, Sabtu (19/6/2021) mencapai 210 kasus dalam sehari.

Kata Ahyani, dalam sepekan terakhir, kasus COVID-19 di Kota Bandung sempat berada di angka puluhan. Setelah itu, naik ke angka 100 lebih dan naik turun hingga akhirnya pada Sabtu (19/6) mencapai 210 kasus.

Kenaikan kasus COVID-19 di Kota Bandung sejalan dengan tren kenaikan kasus yang terjadi di tingkat nasional.

“Ya (terjadi peningkatan),” ujarnya, saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (20/6/2021).

Ia mengatakan, saat ini BOR di berbagai rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Bandung sudah mencapai 92 persen.

Ia melanjutkan, saat ini pasien yang terkonfirmasi COVID-19 dan harus dirawat di rumah sakit harus menunggu untuk mendapatkan kamar. Kondisi tersebut terjadi seluruh wilayah di Jawa Barat.

“Ya, waiting list bila harus dirawat, di IGD dilayani dulu. Hampir semua rumah sakit di Jabar kondisi seperti itu,” katanya.

Ahyani menegaskan pencegahan penyebaran COVID-19 harus diperkuat di wilayah hulu yaitu penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

BACA JUGA: Ngeri! Dalam Sehari, 37 Balita di Depok Terpapar COVID-19

Diharapkan seluruh masyarakat juga disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan.

“Dihulu perkuat, PPKM jangan kendor,” ungkapnya.

Ia pun berharap kebijakan pengetatan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Bandung beberapa waktu lalu untuk dua pekan ke depan bisa menekan laju penyebaran COVID-19.

Syaratnya, seluruh wilayah di kawasan aglomerasi secara bersama-sama dan ketat melaksanakan pengetatan.

“(Pengetatan efektif) bila seluruh daerah aglomerasi disiplin dapat menahan laju dua minggu ke depan,” kata Ahyani. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Pemkab Bekasi Segera Bentuk Forum Penataan Ruang Wilayah Utara

MATAKOTA, Bekasi – Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menginstruksikan agar segera dibentu…