Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum
Home All News Tasikmalaya Juara Umum, Kota Bandung Peringkat Kedua STQH XVII Jabar
All News - Nasional - 3 weeks ago

Tasikmalaya Juara Umum, Kota Bandung Peringkat Kedua STQH XVII Jabar

MATAKOTA, Bandung – Kabupaten Tasikmalaya berhasil meraih juara umum pada perlombaan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) XVII/2021 Jawa Barat. Menyusul, Kota Bandung di peringkat kedua, dan Kabupaten Bandung serta Kabupaten Bekasi di peringkat ketiga.

Pada STQH yang ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Senin (30/8/2021), Kabupaten Tasikmalaya berhasil meraih nilai tertinggi 27, disusul Kota Bandung dengan nilai 26. Sedangkan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bekasi berada pada peringkat ketiga dengan nilai 20.

Meski berada di peringkat kedua, beberapa perwakilan dari Kota Bandung mendapatkan berbagai peringkat di beberapa kategori.

Di antaranya, hafalan 500 hadist tanpa sanad golongan putri (terbaik 1), hafalan 100 hadist dengan sanad golongan putri (terbaik 1), hafalan 100 hadist dengan sanad golongan putra (terbaik 3), tafsir Alquran bahasa Arab golongan putra (terbaik 1), 20 juz golongan putra (terbaik 1), 10 juz (terbaik 2), 5 juz dan tilawah golongan putri (terbaik 3).

“Alhamdulilah untuk STQH hari ini dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jabar dapat juara kedua. Tentu namanya perlombaan menang kalah itu biasa,” ucap Wali Kota Bandung Oded M Danial, usai menghadiri penutupan STQH XVII Jabar, Senin 30 Agustus 2021.

Menurutnya, hasil ini menjadi bahan evaluasi bagi Kota Bandung agar ke depannya lebih baik lagi.

“Saya harap ini bahan evaluasi buat kita, kalau kita (Kota Bandung) tahun lalu menjadi juara umum,” kata Oded.

Dia mengatakan, hal terpenting adalah bisa mengimplementasikan Alquran dan hadist pada kehidupan sehari hari.

“Namanya kejuaraan itu bukan utama. Terpenting bisa implementasikan keseharian untuk lebih semangat,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengucapkan selamat kepada kota dan kabupaten yang meraih juara.

“Kegiatan ini penting karena beberapa makna dan kaidah itu jelas lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” tuturnya.

“Ini evaluasi santri pendidikan dan ajaran ulama maupun kiai. Sejauh mana didikan ilmu yang diberikan,” imbuh Uu. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

KPK Eksekusi Tomtom dan Kadar Slamet ke LP Sukamiskin

MATAKOTA, Jakarta – Perkara telah berkekuatan hukum tetap, Komisi Pemberantasan Koru…