IMG 20220314 WA0020
Home All News Soal Program Pelatihan Kerja, Ini Kata DPRD Kota Bandung
All News - Parlemen - 2022-03-14

Soal Program Pelatihan Kerja, Ini Kata DPRD Kota Bandung

MATAKOTA, Bandung – Program pelatihan tenaga kerja dan produktivitas kerja, merupakan salah satu usaha pemerintah dan legislatif guna menyelesaikan masalah pengangguran di Kota Bandung.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha, saat meninjau pelatihan tenaga kerja ke Gedung LPT Panghegar Bandung, Jumat, (11/3/2022).

Menurut dia, pelatihan barista yang menjadi salah satu bagian program, diharapkan dapat membentuk pribadi-pribadi yang punya skill dan berpenghasilan di masa yang akan datang

“Dengan pelatihan barista ini, diharapkan para peserta menjadi pribadi-pribadi yang punya skill dan berpenghasilan di masa yang akan datang,” ucapnya.

Achmad pun mengapresiasi antusiasme peserta pelatihan. Ia berharap, pelatihan tersebut mampu mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berhasil.

“Tentunya kesan saya, terhadap anak-anak yang ada di sini, sangat luar biasa melihat antusias mereka. Harapan saya, semangat ini dijadikan modal untuk bisa berhasil. Ini kota akan terus memacu ini, program ini akan terus dibuat,” ujarnya.

“Yang jelas, mereka harus terus berkembang. Dari sekian yang dilatih berapa yang berhasil ini menjadi outcome. Kami tidak mau anggaran ini hanya untuk gugur kewajiban saja. Tetapi dengan anggaran ini, harus membantu orang orang sampai jadi orang orang berkehidupan, namun tidak secara langsung, pastinya perlu proses untuk menghilangkan pengangguran di Kota Bandung,” imbuh Achmad.

Dia berpesan, para peserta dapat memaksimalkan kesempatan pelatihan tersebut dan menjadikannya bekal dalam usaha.

“Harus percaya diri. Jangan minder dengan keadaan kita. Justru dengan pelatihan ini kita harus percaya diri, kita juga bisa seperti orang lain yang bisa membuat cafe di luar negeri, Amerika dan negara luar lainnya,”

“Pesan saya pertama percaya diri, kedua jangan malas dan jangan takut. Orang yang punya perusahaan besar juga dimulai dari tempat yang kecil, tidak langsung besar. Dibutuhkan manage dan skill, karena banyak kafe besar yang tiba-tiba (bangkrut) itu tidak lama,” ucap Achmad.

“Pelajaran pertama adalah pengalaman. Belajar meniti dari bawah. Banggakan orang tua, orang tua pasti ingin anaknya lebih sukses dari dirinya,” imbuhnya. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Check Also

Sempat Terpuruk, Toko Oleh-Oleh Haji dan Umrah Kembali Menggeliat

MATAKOTA, Bandung – Pemberangkatan jemaah haji Indonesia yang sempat ditutup sampai …