Screenshot 2021 11 18 08 59 50 55 f9ee0578fe1cc94de7482bd41accb329
Home All News SADIS! Sehari Sebelum Dipenjara, Anak Nia Daniaty Masih Sempat Nipu Modus Investasi Bodong
All News - Nasional - 1 week ago

SADIS! Sehari Sebelum Dipenjara, Anak Nia Daniaty Masih Sempat Nipu Modus Investasi Bodong

MATAKOTA, Jakarta – Sepekan mendekam di jeruji Polda Metro Jaya, kabar mengejutkan datang dari anak Nia Daniaty, Olivia Nathania.

Selain terlilit kasus CPNS fiktif, ternyata Olivia Nathania yang dikenal dengan panggilan Oi, juga terlibat dalam kasus penipuan bermodus investasi bodong. Korban penipuan Oi mencapai 40 orang dengan total kerugian Rp 215 juta.

Dilansir dari Intens Investigasi, sosok wanita bernama Merina mengaku telah menjadi korban penipuan Olivia Nathania.

Merina bilang, Oi menawarkan investasi di tengah polemiknya tersandung kasus penipuan berkedok CPNS.

Dibeberkan, awalnya ia diajak Oi untuk berinvestasi pulsa. Karena iming-iming manis berupa keuntungan 10 persen per hari yang ditawarkan Oi, ia mengaku terbujuk dan menyerahkan sejumlah uang.

“Olivia menghubungi saya pada tanggal 24 September 2021 dimana kasus CPNS itu sedang berjalan di Polda. Dia berusaha menghubungi saya mengajak untuk investasi pulsa dengan komisi 10 persen per hari,” ujar Merina, sambil menangis.

BACA JUGA: Tersangka Bertambah 4 Orang! Terungkap, Anak Nia Daniaty Masih Cari Mangsa Baru

Diungkapkan, tawaran investasi dari Oi itu kemudian merembet ke bidang game online. Berawal dari komisi 10 persen, Merina termakan lagi rayuan Oi dengan iming-iming keuntungan 25 hingga 50 persen.

“Selanjutnya, dia bikin event diamond, yang biasa di game online, menjanjikan komisi 25 persen dalam waktu satu malam, itu sekitar 6 orang yang inves ke saya itu cair mbak. Terus dia bikin lagi 25 persen dia janji semalam,” tuturnya.

Merina menceritakan secara rinci pengalamannya berkali-kali bertransaksi dengan Oi.

Merina mengaku tidak habis pikir Oi setega itu terhadapnya. Pasalnya, Oi mengetahui kalau dirinya sedang mengalami sakit parah hingga koma. Oi pun tahu ia tengah mengidap sakit syaraf otak.

“Sekarang kan kondisinya kayak gini ya mbak, semua orang lagi susah, semua orang lagi cari duit, dan kondisinya dia tahu saya habis sakit parah, saya habis divonis sakit syaraf otak,” ujarnya, berlinang air mata.

“Saya juga sempet mengalami kelumpuhan dia pun tahu, saya sakitnya parah kayak gitu, satu bulan saya koma di rumah sakit dia tahu, dan jalan saya masih pincang dia pun tahu.” ucap Merina menambahkan.

Merina menyebut ada total 40 orang yang menjadi korban dari investasi bodong Oi. Kini, total kerugian yang harus ditanggungnya mencapai Rp 215 juta.

“Jadi niat saya pingin bantuin orang rumah, biar saya kontrol sendiri, beli obat sendiri, tapi ternyata Oi malah giniin saya, sekarang semua korban-korbannya 40 orang itu minta uangnya balik,”

“Iya 40 orang total kerugiannya Rp 215 juta yang harus saya kembalikan, dan semua sudah saya gadein, barang-barang semua,” ujar Merina. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Bekuk Wakil Thailand, Greysia/Apriyani Lolos ke Final Indonesia Open 2021

MATAKOTA, Bali – Ganda putri andalan Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu, berhas…