Lapangan BALI
Home All News Ridwan Kamil Mana Suaranya? Rame-Rame Menolak Alih Kelola Lapangan Bali SMAN 3 dan SMAN 5
All News - Pendidikan - 4 weeks ago

Ridwan Kamil Mana Suaranya? Rame-Rame Menolak Alih Kelola Lapangan Bali SMAN 3 dan SMAN 5

MATAKOTA, Bandung – Rencana alih kelola Lapangan Bali ke Dinas Pemuda dan Olahraga, mendapat penolakan keras berbagai pihak. Selain sangat dibutuhkan oleh siswa SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung, lapangan tersebut merupakan bagian sejarah yang tak terpisahkan dari kedua sekolah beken di Kota Bandung tersebut.

Pegiat pendidikan Kota Bandung Agus Setiamulyadi mengatakan, pihaknya menolak keras rencana alih kelola.

Bahkan pihaknya bersama siswa kedua sekolah favorit itu, akan menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat.

“Aksi unjuk rasa ini dilatarbelakangi dengan keluarnya surat dari Sekretaris Daerah Kota Bandung terkait alih kelola aset Pemkot Bandung. Salah satunya menyangkut Lapangan Bali yang dialihkelolakan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga.” kata Agus dalam keterangan melalui video, yang diterima pada Minggu (29/8/2021).

Agus membeberkan, menurut sejarahnya pada tahun 1916 Pemerintah Belanda membangun sekolah yang kini menjadi SMAN 5 dan SMAN 3 Bandung.

“Dan ini (Lapangan Bali) merupakan bagian yang dibangun pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu buat sarana olahraga anak-anak yang bersekolah, yang sekarang letaknya menjadi kampus SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung,” jelasnya.

Lapangan Bali 1

Hal senada diungkapkan Ketua Forum Aksi Guru (FAGI) Indonesia Iwan Hermawan. Kata dia, Lapangan Bali merupakan tempat yang sangat bersejarah karena telah melahirkan orang-orang terkenal.

“Ada Pangkostrad, ada Bapak Dada Rosada, kemudian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama istrinya pernah menggunakan Lapangan Bali ini, lalu Ayi Vivananda, dan Yana Mulyana Wakil Wali Kota Bandung. Mereka adalah alumni SMAN 5, 9, 12, dan SMAN 3,” katanya.

Iwan menegaskan, sayang jika Lapangan Bali tidak dipergunakan untuk sarana olahraga.

Dia berharap, mereka yang pernah punya kekuasaan dan posisi bagus yang pernah menikmati Lapangan Bali, memperjuangkan agar lokasi tersebut tetap dipergunakan untuk sarana olahraga.

“Kami mendukung gerakan untuk mempertahankan Lapangan Bali sebagai sarana olahraga untuk pelajar,” ucap Iwan.

“Di mana lagi SMAN 5 dan SMAN 3 untuk kegiatan berolahraga dan eskul, ketika lapangan ini dikelola pihak lain? Mereka akan kesulitan menggunakan lapangan ini lagi,” tegas Iwan.

Terpisah, Ketua Ikatan Alumni SMAN 5 Angkatan Tahun 1988 Dewi Kania Sari menyayangkan jika Lapangan Bali memang bakal dialihfungsikan.

Lapangan Bali itu bagian tak terpisahkan dari SMAN 5 dan SMAN 3. Bagi kami para alumni, tempat tersebut juga merupakan bagian memori indah saat bersekolah di sana, tak hanya soal olahraga saja.” ujat Kenny, yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.

Untuk itu, Kenny berharap Lapangan Bali tetap bisa dipergunakan sebagai sarana olahraga bagi SMAN 5 dan SMAN 3 Bandung.

Dikabarkan, siswa SMAN 3 dan SMAN 5 pun menolak jika Lapangan Bali dialihfungsikan.

Bagi mereka, Lapangan Bali merupakan tempat yang tidak saja untuk kegiatan olahraga, tapi juga kegiatan lain yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keseharian mereka bersekolah di sana.

“Tentunya menolak, kami berharap Lapangan Bali itu tetap untuk para siswa berolahraga,” ujar Dhean Salvez, salah seorang siswa kelas X SMAN 5 Bandung.

Dia mengaku sudah mendengar tentang rencana alih fungsi Lapangan Bali tersebut. “Saya dan temen-temen berencana ikut jika ada unjuk rasa penolakan itu,” kata Dhean Salvez, Senin (30/8/2021). (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

KPK Eksekusi Tomtom dan Kadar Slamet ke LP Sukamiskin

MATAKOTA, Jakarta – Perkara telah berkekuatan hukum tetap, Komisi Pemberantasan Koru…