pjj dinilai jadi satu faktor pemicu pelajar di kota bandung kecanduan gawai 21574828
Home Regional PJJ Jadi Faktor Pemicu Pelajar Bandung Kecanduan Gawai
Regional - March 22, 2021

PJJ Jadi Faktor Pemicu Pelajar Bandung Kecanduan Gawai

MATAKOTA, Bandung – Sejumlah pelajar di Kota Bandung menderita gangguan mental akibat kecanduan gawai atau gadget. Satu dari sekitar faktor penyebabnya adalah pembelajaran jarak jauh.

Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSKIA) mendata, pada 2020, sebanyak 15 pelajar di Kota Bandung mengalami gangguan mental akibat gawai.

Menanggapi kasus yang memprihatinkan itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana angkat bicara. Menurut Yana, selama masa pandemi, gawai banyak digunakan pelajar, baik SD, SMP, maupun SMA karena menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Akibat bebas menggunakan gawai, para pelajar yang notabene anak-anak itu banyak yang menyalahgunakannya.

Aktivitas PJJ kan pakai gadget. Mungkin dia (pelajar) saat nunggu belajar, mereka iseng buka game atau apa,” kata Yana di Balai Kota Bandung, Senin (22/3/2021).

Menyikapi kasus ini, ujar Yana, Disdik Kota Bandung didorong untuk membuat materi PJJ inovatif agar tak membuat para pelajar bosan. Ketika materi menyenangkan, pelajar akan betah dan fokus pada pelajaran.

“Saya prihatin kalau sampai anak-anak kita kecanduan. Tetapi karena pandemi, dia (pelajar) pasti akan berhubungan dengan gadget gitu,” ujar Yana.

Sementara itu, Direktur RSKIA Kota Bandung dr Taat Tagore mengatakan, sepanjang 2020, ada 15 pelajar berobat atau berkonsultasi ke rumah sakit karena mengalami gangguan mental, kecanduan gawai.

Namun, saat ini RSKIA belum memiliki layanan dokter khusus untuk menangani gangguan mental atau jiwa tersebut. “Di RSKIA belum ada dokter jiwa. Yang ada, psikolog,” kata Taat Tagore saat dikonfirmasi wartawan, Senin (22/3/2021).

Dokter Taat mengemukakan, pada Januari-Februari 2021 ini, pelajar yang konsultasi kejiwaan akibat bermain gadget, tiga orang. Angka ini tergolong sedikit. “Sedikit sih itu (tiga pelajar yang konsultasi karena gangguan mental di RSKIA),” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa banyak anak-anak yang mengalami gangguan kejiwaan karena bermain gawai. Fakta ini ditemukan saat meninjau Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua beberapa waktu lalu.

Berdasarkan catatan RSJ Cisarua pada Januari-Februari 2021, tercatat ada 14 anak mengalami kecanduan gawai sehingga harus menjalani rawat jalan.

Sementara, di sepanjang 2020, total terdapat 98 anak yang menjalani rawat jalan di RSJ Cisarua akibat kecanduan gawai.

“Anak jangan dibiarkan mengurung diri sendirian di kamar. Usahakan mereka bergaul dengan teman,” kata Uu. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Disdik Jabar Siapkan PTM Terbatas

MATAKOTA, Bandung – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mulai mempersiapkan Pembelajaran …