Home Nasional Penataan Kawasan Kampung Inggris Diprediksi Rampung Lebih Cepat
Nasional - 2023-11-08

Penataan Kawasan Kampung Inggris Diprediksi Rampung Lebih Cepat

MATAKOTA || KEDIRI — Pengerjaan prasarana permukiman kawasan Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri, hampir rampung keseluruhan.

Hingga memasuki minggu ke 25, pembangunan sejumlah infrastruktur permukiman di kawasan ikonik tersebut hanya menyisakan kurang dari 20 persen volume pekerjaan.

Meskipun demikian, sejumlah konflik yang dipicu oleh keluhan sebagian kecil warga setempat telah menemukan titik terang jalan keluar.

PPK PKP 2 Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Posma Partogi Simanjuntak menjelaskan bahwa pihaknya bersama Pemkab Kediri telah mempersiapkan solusi terkait sejumlah usulan warga setempat. Salah satunya adalah trotoar yang dianggap terlalu tinggi sehingga menyulitkan akses masuk dan keluar kendaraan.

“Tinggi trotoar yang 20 cm itu direncanakan akan dilakukan overlay oleh Pemkab Kediri sehingga tinggi akhir trotoar berkisar antara 15-16 cm,” tegas Posma kepada eljabar.com pada Rabu, 1 November 2023 yang lalu.

Di samping itu, lanjut Posma, pihaknya bersama stakeholder terkait telah melakukan sosialisasi berulang kali sejak pekerjaan belum dimulai.

“Sosialisasi telah kita lakukan secara formal maupun informal dan melibatkan Pemdes Tulungrejo,” terang Posma.

Namun begitu, setiap Berita Acara kesepakatan yang telah ditandatangani oleh warga yang hadir, kerap diingkari oleh sebagian kecil warga setempat.

Bahkan ironisnya, desain trotoar yang menggunakan guiding block untuk kaum disabilitas justru dipersoalkan dan minta agar ditiadakan.

“Hanya sebagian kecil yang ingkar, tapi kita tetap mengapresiasi dengan mempersiapkan beberapa solusi bersama Pemkab Kediri,” tandasnya.

Menurut Posma, pihaknya memaklumi keluhan tersebut mengingat setiap pembangunan kawasan terdapat berbagai latar belakang, antara lain sosial dan ekonomi.

“Termasuk latar belakang penolakan sebagian kecil warga setempat,” tuturnya.

Padahal pembangunan kawasan Kampung Inggris, kata Posma, memiliki cita-cita yang mulia. Selain memperindah kawasan juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Masyarakat bisa membuka usaha di pusat kuliner hingga persewaan sepeda ontel,” katanya.

Posma juga mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan oleh Kepala Desa Tulungrejo, Pare, Mat Nurkasan.

“Bagaimana capeknya beliau mensosialisasikan program ini ke seluruh warga,” ujarnya.

Sementara penataan kawasan Kampung Inggris yang memiliki luas kawasan 82,31 hektar itu menelan dana sebesar Rp 19,64 miliar. Pelaksanaannya ditargetkan selesai dalam 240 hari kalender dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

Kegiatan tersebut akan membenahi aspek ketidaksesuaian persyaratan teknis bangunan, kondisi dan kualitas jalan, drainase lingkungan serta ketersediaan proteksi kebakaran. Di samping itu penanganan juga dilakukan terhadap pengelolaan air limbah, persampahan dan penyediaan air minum.

Kampung Inggris nantinya akan dilengkapi sentra kuliner, IPAL komunal, septic tank biofilter serta infrastruktur lain yang akan mempercantik salah satu kawasan wisata ikonik tersebut.

Terpisah, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berharap Kampung Inggris nantinya bebas dari lalu lalang kendaraan bermotor, terutama di Jalan Anyelir sehingga masyarakat bisa menikmati keindahan kawasan ikonik tersebut dengan leluasa. (iwan/andi’s)

Check Also

Pemkot Bandung Bersama Komunitas Dilans Indonesia Masifkan Inklusi di Kota Bandung

MATAKOTA || BANDUNG – Untuk memenuhi perlindungan dan hak penyandang disabilitas ser…