Ilustrasi asbes (foto:matakota)
Home All News Membahayakan Kesehatan, Pemkot Bandung Larang Penggunaan Atap Asbes
All News - Regional - 2021-06-25

Membahayakan Kesehatan, Pemkot Bandung Larang Penggunaan Atap Asbes

MATAKOTA, Bandung – Jenis material untuk atap bangunan memang semakin beragam. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah asbes. Atap asbes memang memberikan banyak keuntungan dalam proses membangun rumah.

Dari segi biaya, atap asbes adalah material yang paling murah jika dibandingkan dengan tanah liat, seng, atau pun beton. Dari segi pemasangan, tenaga yang diperlukan lebih sedikit karena bahannya lebih ringan. Dari segi waktu, pemasangan atap asbes akan lebih cepat dan sederhana. Berbeda dengan genteng yang harus dipasang satu per satu.

Namun siapa sangka, di balik keuntungannya tersebut, asbes sangat berbahaya bagi kesehatan.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, bahan bangunan asbes berbahaya bagi kesehatan. Asbes bisa menyebabkan penyakit Asbestosis yang menyerang paru-paru.

Bahkan organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) menyatakan semua jenis asbes sebagai bahan karsinogenik penyebab kanker yakni kanker paru-paru, dan mesothelioma (kanker ganas yang menyerang selaput mesothelium).

Risiko terkena penyakit ini akan meningkat setara dengan banyaknya jumlah serat asbes yang dihirup. Selain itu risiko kanker paru-paru akibat menghirup serat asbes lebih besar dibandingkan dengan asap rokok.

Atas hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun menuangkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 tahun 2018 tentang Bahan Bangunan.

Dalam pasal 77 dijelaskan, bahan bangunan harus aman bagi kesehatan. Pengguna bangunan gedung tidak menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan serta penggunaannya dapat menunjang pelestarian lingkungan.

Bahan bangunan harus memenuhi kriteria, tidak mengandung bahan berbahaya/beracun bagi kesehatan pengguna bangunan gedung.

Tidak menimbulkan efek silau bagi pengguna, masyarakat dan lingkungan sekitarnya, tidak menimbulkan efek peningkatan temperatur, sesuai dengan prinsip konservasi, dan ramah lingkungan.

“Kita sadar bahwa asbes masih menjadi bahan bangunan pilihan yang murah. Namun, dalam jangka panjang asbestosis akan menimbulkan gejala,” tutur Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, dikutip dari laman resmi Kota Bandung Jumat 25 Juni 2021.

Ia mengatakan, masyarakat tentu tidak ingin terganggu kesehatannya. Untuk itu juga perlu sosialisasi dan pengertian kepada masyarakat bahaya asbes bagi kesehatan.

“Kita lakukan sosialisasi tentang bahaya asbes bagi kesehatan. Selain itu, menyediakan bahan bangunan yang ramah lingkungan dan harga terjangkau oleh masyarakat,” tuturnya via zoom meeting yang diselenggarakan oleh Indonesia Ban Asbestos Network (INA BAN).

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga mengatakan, Kota Bandung satu-satunya di Indonesia yang mengeluarkan aturan daerah bahaya penggunaan bahan bangunan asbes.

“Alhamdulilah akhirnya dapat terealisasi (Perda). Ini satu-satunya di Indonesia yang secara eksplisit (tegas) menyebutkan asbes sebagai bagian yang bahaya dilarang penggunaannya,” katanya.

Meski masyarakat masih menggunakan asbes, ia yakin dengan sosialisasi, penggunaan asbes akan berkurang mengingat bahaya bagi kesehatan manusia.

“Ini luar biasa bagi Kota Bandung, tentunya ini bagian upaya seluruh dunia untuk menghilangkan penggunaan asbes,” tegas Awangga. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Awas Raib! Dewan Minta Pemkot Bandung Benahi Aset PD Kebersihan

MATAKOTA, Bandung  –  Anggota DPRD Folmer S. Silalahi meminta Pemerintah Kota (Pemko…