Home All News Lewat PPKD, DPRD Dorong Pemkot Bandung Lakukan Pemajuan Kebudayaan
All News - Parlemen - 2022-08-12

Lewat PPKD, DPRD Dorong Pemkot Bandung Lakukan Pemajuan Kebudayaan

MATAKOTA, Bandung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, mendorong agar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dapat dijadikan sebagai rujukan dalam pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) Pemajuan Kebudayaan Kota Bandung.

“Empar pilar dari Pamajuan Kebudayaan yaitu perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. Keempat pilar tersebut harus masuk dalam peraturan daerah (Perda) terlebih ada pembinaan yang menjadi bagian tak terpisahkan,” ujar Wakil Ketua Panitia Khusus IV DPRD Kota Bandung, Dudy Himawan.

Selain itu, Legislator Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini mengajak mengangkat nilai-nilai luhur budaya daerah tidak terbatas seni. Oleh karena, itu bisa menggunakan nama raperda Pemajuan Kebudayaan yang mencakup lebih luas lagi.

“Menggunakan nama Pemajuan Kebudayaan akan memiliki cakupan lebih luas. Budaya sendiri sudah mencakup kesenian, adat istiadat, Bahasa, dan lainnya,” sebut Dudy, saat di temui di Gedung DPRD Kota Bandung,, Jumat (12/8/2022).

Terkait semangat pembentukan regulasi pemajuan kebudayaan di kota Bandung,, Dudy setuju, bahwa poin penting yang ingin dicapai memberikan kepastian hukum pada esensi kebudayaan.

Melalui Pansus IV, DPRD Kota Bandung akan melakukan pembahasan terkait pemajuan kebudayaan. Salah satu terobosan yang sudah dilaksanakan melalui diskusi Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). PPKD ini sangat penting dalam pengembangan daerah, sebab kebudayaan menjadi ciri khas sebuah daerah dan menentukan pengembangan ekonomi suatu daerah. Budaya merupakan kekayaan bangsa yang mesti dilestarikan untuk kepentingan nasional sebagai jati diri bangsa Indonesia.

Rapat Kerja Pansus IV DPRD Kota Bandung Membahas Raperda Pemajuan Kebudayaan (Ist)

Oleh karena itu, Raperda tersebut dipandang perlu dijadikan peraturan daerah (Perda) agar budaya Kota Bandung dapat dijaga, dan dilestarikan.

Rapat Kerja Pansus IV DPRD Kota Bandung Membahas Raperda Pemajuan Kebudayaan (Ist)“Agar Budaya Kota Bandung terjaga kelestariannya, maka perlu dibuatkan payung hukumnya dalam bentuk peraturan daerah,” kata Dudy.

Dudy yang juga anggota komisi B DPRD Kota Bandung ini menjelaskan, payung hukum tersebut bertujuan untuk terciptanya kepastian masyarakat Kota Bandung dalam berekspresi mengembangkan budaya itu sendiri.

Selain itu, juga mempertegas pemahaman masyarakat terhadap nilai nilai luhur budaya secara maksimal dan tentunya nilai yang sesuai dengan landasan pancasila dan uud 45.

“Keberadaan budaya daerah perlu dijaga, diberdayakan, dibina, dilestarikan dan dikembangkan. Maka, kami mendorong perlunya Perda Pemajuan Kebudayaan itu,” jelasnya.

Dudy mengatakan, Raperda tersebut kedepannya menjadi pembahasan anggota DPRD yang tergabung dalam pansus IV. Salah satu pokok pembahasannya pengaturan tugas wewenang pemerintah Kota dan Kewilayahan terkait penyelenggaraan pemajuan kebudayaan.

“Tugas DPRD dalam membahas raperda tersebut ditandai dengan menganalisa dan mengkaji serta memberikan masukan dalam penyusun isi arti kandungan Kebudayaan secara menyeluruh,” tuturnya.

Kemudian, lanjut Dudi, adanya perlindungan yang meliputi unsur inventarisasi objek budaya, pengamanan objek, pemeliharaan, penyelamatan, publikasi dan pembinaan objek budaya.

“Kami berharap dengan adanya regulasi tentang pemajuan kebudayaan, diharapkan dapat memberikan kepastian hukum kepada masyarakat terkait pengembangan dan pelestarian budaya dalam implementasinya,” tegas Dudy.

Dikatakan Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Bandung ini, terkait dengan jenis atau karya budaya yang bersifat modern, pada dasarnya peraturannya harus menjelaskan tentang adanya budaya lain. Prinsipnya adalah budaya asli daerah tetap dijaga, namun tetap harus dikembangkan dan disesuaikan dengan perkembangan budaya yang dinamis.

“Dalam peraturan tersebut prinsip-prinsip budaya terhadap budaya lain wajib dipertahankan, tapi budaya juga harus dapat dikembangkan karena dinamis. Tujuannya adalah untuk meningkatkan budaya Kota Bandung di tengah perkembangan budaya dunia,” jelasnya.

“Sedangkan mengenai pengaturan ruang lingkup, perencanaan, dan pengembangan budaya itu sendiri, pengembangannya sedapat mungkin turut menjelaskan seni budaya modern tetapi dengan porsi yang sama dengan seni budaya lokal,” pungkas Dudy. (EDI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Check Also

Tedy: Nikmat Kemerdekaan Iringi Kebangkitan Pembangunan Bangsa

MATAKOTA, Bandung – Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan, mengikuti Upacara Peringa…