images 7
Home All News Ini Strategi Pemkot Bandung Hadapi Timbulan Sampah Saat Lebaran
All News - Pemerintahan - 2021-05-05

Ini Strategi Pemkot Bandung Hadapi Timbulan Sampah Saat Lebaran

MATAKOTA, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menyiapkan strategi khusus menangani peningkatan sampah ketika Idulfitri. Strategi khusus tersebut disiapkan dalam rentang 12-14 Mei.

Menurut Kepala UPT Pengelolaan Sampah DLHK Kota Bandung Ramdani, penanganan khusus dimulai saat malam takbiran yang menjadi puncak timbulan sampah di Kota Bandung. Biasanya, terdapat 23 titik timbulan sampah ketika malam takbiran.

“Kami akan fokus ke lokasi yang ramai kegiatan masyarakat, misalkan ada sekitar pasar atau PKL dan sebagainya yang menjual kebutuhan hari raya,” kata dia, Selasa (4/5/2021).

“Contohnya, Jalan Otista sekitar Jalan Tegalega, Jamika, Cicadas, Ujungberung, Alun-alun Bandung, Sukajadi dan banyak lagi,” lanjut dia.

Ketika malam takbiran, ucap Ramdani, terdapat 1.116 petugas yang dilibatkan untuk penanganan. Mereka terdiri dari petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Bandung dan PD Kebersihan.

Sementara itu, penanganan timbulan sampah ketika Idulfitri menyasar lokasi salat Idulfitri dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang kerap dikunjungi warga untuk berziarah.

Untuk operasi khusus Idul Fitri disiapkan dukungan armada sebanyak 111 unit yang terdiri dari 32 unit truk, 73 unit motor sampah, 3 unit pikap, 2 unit sweeper, dan 1 unit kendaraan loader.

“Hari H fokus di lokasi salat id dan tempat ziarah. Itu ada sekitar 19 lokasi. Pasukan yang diturunkan 204 orang. Lalu H+1 ‘setting’ hampir normal lagi,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Operasional PD Kebersihan, Iwan Setiawan, mengungkapkan, sejumlah armada diturunkan untuk menangani sampah sesuai dengan karakter yang berbeda. Sebab, di beberapa titik kebiasaan masyarakat dan timbulan sampah memerlukan kerja ekstra keras.

“Kita turunkan kendaraan ada spesifik khusus. Kenapa turunkan sweeper? Karena kadang PKL susah dihalau maka menurunkan sweeper. Khusus terutama di Tegalega dan di Jamika,” ujar dia.

“Pengalaman kami, itu susah. Makanya ditongkrongin alat berat untuk bisa menurut,” sambungnya. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Langka di Pasaran, Ridwan Kamil Imbau Warga Jangan Stok Tabung Oksigen

MATAKOTA, Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil¬†mengimbau masyarakat ya…