IMG 20220314 WA0019
Home All News Edwin Senjaya: 190 Juta Penduduk Indonesia Masuk Usia Produktif
All News - Parlemen - 2022-03-15

Edwin Senjaya: 190 Juta Penduduk Indonesia Masuk Usia Produktif

MATAKOTA, Bandung – Dari 270 juta penduduk Indonesia, sebanyak 190 juta penduduk masuk dalam usia produktif. Menurut para pakar ekonomi, sosial dan lain-lain, usia produktif itu 15-64 tahun, dan dari 190 juta penduduk di temukan 27 persen generasi Z yang lahir di tahun 1997-2012. Sedangkan 25.28 persen, masuk dalam kategori milenial yang lahir di tahun 1981-1996.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya, saat menghadiri acara talk show Majelis Dakwah dan Sedekah (Majidah) dengan tema “Kiprah Generasi Millenial Dalam Perspektif Agama, Masyarakat dan Media,” di Mesjid Agung Trans Studio Mall Kota Bandung, Sabtu (12/3/2022).

Menurut Edwin, mayoritas penduduk Indonesia ada di generasi milenial dan generasi Z. Ia bilang, hal itu merupakan bonus demografi.

“Jika dijumlahkan ada sekitar 144 juta penduduk negara Indonesia atau sekitar 53,7 persen. Bonus demografi ini dapat menjadi berkah jika anak muda generasi milenial dan Z berkualitas, unggul, cerdas, berakhlak mulia, memiliki kompetensi, rajin, jujur, dan lain lain,” ucapnya.

“Tetapi di samping itu bisa juga menjadi bencana jika tidak punya kemauan atau malas-malasan, tidak memiliki akhlak yang baik, jauh dari agama, tidak dapat bersaing,” imbuh Edwin.

Menurutnya, generasi milenial merupakan generasi yang paling unik karena memiliki karakteristik melek teknologi, achievement oriented, ambisius, mudah mendapatkan informasi, dan sulit diberitahu.

“Beberapa karakteristik generasi milenial di antaranya melek teknologi yang mana hidupnya sudah akrab dengan teknologi, memiliki achievement oriented karena didik oleh orang tuanya agar dapat menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya,”

“Ambisius tidak mau kalah, butuh perhatian khusus contohnya seperti menulis di media sosial, ‘me me me generation’ dalam artian menonjolkan dirinya sendiri seperti selfie,”

“Mudah mendapatkan informasi ada positif dan negatif, sulit diberitahu karena mendapat informasi yang banyak dari berbagai sumber sehingga sulit diberitahu. Akhirnya jika tidak benar dijaga dapat membuat dampak yang tidak baik,” ujar Edwin.

Ia berpesan, orang tua harus menerapkan nilai-nilai yang baik untuk anaknya agar dapat menghadapi persoalan.

“Seperti memiliki kriteria orang muslim yang perlu dipahami dan diterapkan. Seperti Salimul Aqidah adalah akidah yang lurus dan bersih, Shahihul Ibadah adalah ibadah yang benar, Matinul khuluq adalah akhlak yang kokoh mulia, Qowiyyul Jismi adalah memiliki jasmani yang sehat dan kuat, Mutsaqqoful Fikri adalah memiliki kecerdasan intelektual , anak muda yang cerdas dapat memberikan dampak yang baik,” tutur Edwin. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Check Also

Sempat Terpuruk, Toko Oleh-Oleh Haji dan Umrah Kembali Menggeliat

MATAKOTA, Bandung – Pemberangkatan jemaah haji Indonesia yang sempat ditutup sampai …