Home All News Curigai Insiden Teror Mabes Polri, Pakar Komunikasi Ini ‘Kepret’ Arie Untung
All News - Nasional - 2 weeks ago

Curigai Insiden Teror Mabes Polri, Pakar Komunikasi Ini ‘Kepret’ Arie Untung

MATAKOTA, Bandung – Arie Untung merespons serangan yang dilakukan oleh ZA di Mabes Polri pada 31 Maret 2021. Bukan mengecam, Arie seolah mencurigai peristiwa tersebut.

Komentar ayah tiga anak itu dituliskan lewat kolom komentar postingan Imam Besar New York, Shamsi Ali. Ustaz Shamsi awalnya menuliskan kecurigaannya karena ZA bisa masuk ke halaman Mabes Polri mengingat keamanan yang ketat.

“Penembakan di Gedung Polri… gila! Tapi Kenapa bisa lolos masuk ya? Kenapa penjaga gerbang Gedung Polri tidak menghalangi? Apalagi pastinya mencurigakan…,” tulis Ustaz Shamsi.

Komentar Arie Untung di kolom komentar Shamsi Ali jadi sorotan. Ia mengira serangan teroris tersebut sudah diatur.

“Kameranya bukan CCTV mungkin lagi iseng atau indigo ngeshoot lahan parkir, eh ga taunya ada kejadian tak terduga kok bisa pas record sebelum ada baku tembak,” tulis Arie pada kolom komentar di Instagram.

Sayangnya komentar tersebut sudah dihapus oleh Arie Untung. Tapi netizen sudah terlanjur mengambil tangkapan layar dan dibagikan lewat Twitter @tubirfess.

Pakar Komunikasi Ade Armando pun angkat bicara mempertanyakan maksud postingan Arie Untung.

“Arie Untung heran kok gerak-gerik si teroris di Mabes POLRI sudah terekam kamera sejak sebelum adu tembak. Arie, maaf ya, jaman sekarang itu CCTV kan ada di-mana2? Handphone yang bisa merekam juga ada di-mana2? Di mana anehnya?),” ujarnya lewat akun @adearmando1, Sabtu (3/4/2021).

Masih menanggapi komentar Arie Untung, pegiat media sosial Eko Kuntadhi pun menilai bahwa pernyataan artis tersebut merupakan sebuah ketololan yang menular di kalangan kadrun.

“Apa ketololan menular di kalangan Kadrun?,” ujarnya. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Waduh! KPK Tahan Kakak Ipar Gubernur Ridwan Kamil

MATAKOTA, Bandung – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengumumkan penetapa…