IMG 20210907 120214
Home All News Cepet Tangkep Pak Pol! Denny Siregar Gemes Lihat Pria Berdaster Merah di Kasus Sintang
All News - Hukum - 2 weeks ago

Cepet Tangkep Pak Pol! Denny Siregar Gemes Lihat Pria Berdaster Merah di Kasus Sintang

MATAKOTA, Bandung – Pegiat media sosial Denny Siregar, angkat bicara soal peristiwa pembakaran masjid Ahmadiyah di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang Kalimantan Barat (Kalbar), beberapa hari lalu.

Dengan nada sedikit berkelakar, Denny menyoroti aksi sesosok pria berjanggut dan bergamis panjang warna merah yang membentak dan melawan aparat kepolisian saat peristiwa terjadi.

Denny menilai, penampilan pria berjanggut dan bergamis warna merah itu mirip tokoh Teletubbies Po. Awalnya, Denny sempat menyebutnya Dipsy.

“Dicari. Dipsy Teletubbies provokator pembakaran tempat ibadah di Sintang Kalbar,” tulisnya, via media sosial Twitter, Senin 6 September 2021.

Denny pun menyebut sosok pria berjanggut dan bergamis merah itu Dede Al Sintangi. Menurutnya, Dede merupakan provokator pembakaran rumah ibadah tersebut.

Denny lantas mengapresiasi kinerja polisi yang sudah menetapkan 9 orang sebagai tersangka atas kasus perusakan masjid dan pembakaran rumah tersebut.

Hanya saja, Denny menyayangkan wajah mereka tidak dipampangkan.

“Tapi kenapa wajah para pelaku ga dipamerin ya.. Terutama si Po yg pake daster merah itu. Gemes gua liatnya, kayak boneka panda,” ucap Denny.

Dia berharap, kepolisian segera menangkap sosok pria berdaster merah yang telah memecah belah warga Sintang, Kalbar.

Sebelumnya, dua orang pria berjanggut terekam kamera menantang aparat kepolisian di tengah-tengah momen pengrusakan rumah ibadah dan pembakaran rumah milik jemaah Ahmadiyah di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Jumat (3/9/2021).

Seorang dari mereka, memakai baju gamis panjang ala Arab berwarna abu-abu, terlihat menantang sejumlah polisi yang memintanya untuk mundur.

Ia bahkan terlihat sengaja membenturkan badannya ke badan seorang prajurit TNI di lokasi. Ia terlihat tidak senang karena aksinya dihalangi oleh aparat.

“Semua ada SOP-nya. Jangan melanggar hukum, kita sama-sama Islam. Kita sama-sama habis salat Jumat. Ya, Kita sama-sama habis salat Jumat!” ujar seorang polisi mengingatkan pria berjanggut itu.

Kemudian, seorang pria berjanggut lainnya yang mengenakan gamis warna merah, juga marah-marah kepada polisi.

“Itu mereka (Ahmadiyah) beda! Beda!” teriaknya.

Sayangnya, saat itu, aparat kepolisian tidak bersikap tegas terhadap mereka. Justru, polisi itu malah menyampaikan bahwa ia berpandangan serupa dengan pria tersebut.

“Sama! Saya juga tidak setuju dengan Ahmadiyah!” kata polisi itu.

Pria berjanggut bergamis merah itu terlihat saling adu mulut dengan aparat kepolisian dan meninggikan suaranya.

Kemudian, pria berjanggut yang bergamis abu-abu kembali datang dan mendekati polisi yang mengingatkan mereka untuk tidak bertindak kasar. Ia kemudian mengancam sambil tunjuk-tunjuk dan bertanya agama.

“Heh, Bang, abang Islam, bukan? Itu (Ahmadiyah) Islam, bukan? Itu Islam, bukan!” teriaknya tepat di wajah polisi tersebut, sembari jari telunjuknya mengarah ke arah masjid Ahmadiyah.

Sebelumnya, Jumat lalu ratusan warga dari Aliansi Umat Islam merusak masjid tempat jemaah Ahmadiyah beribadah di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Tidak cuma masjid, warga juga membakar sejumlah rumah milik jamaah Ahmadiyah di desa tersebut.

Sayangnya, saat perusakan dan pembakaran berlangsung, aparat kepolisian dan TNI tak mampu menghentikan tindakan warga yang intoleran tersebut.

Kabar terbaru, Polda Kalbar telah menetapkan 16 tersangka dalam kasus perusakan Masjid Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat tersebut.

Namun dalang aksi perusakan tersebut masih buron. Kepolisian masih melakukan pendalaman dan mencari pihak-pihak yang diduga menjadi provokator ataupun otak dari aksi perusakan Masjid Ahmadiyah di Sintang.

Polda Kalbar sudah menetapkan 16 orang tersangka sampai dengan pagi hari ini. Perannya diduga sebagai pelaku perusakan,” kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go saat dihubungi, Selasa (7/9/2021). (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

KPK Eksekusi Tomtom dan Kadar Slamet ke LP Sukamiskin

MATAKOTA, Jakarta – Perkara telah berkekuatan hukum tetap, Komisi Pemberantasan Koru…