Home All News Catat Neeh! Orang Yang Sudah Divaksin Masih Bisa Terpapar Covid-19
All News - Nasional - 6 days ago

Catat Neeh! Orang Yang Sudah Divaksin Masih Bisa Terpapar Covid-19

Bandung, matakota.com — Pakar kesehatan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Junior Doctor Network (JDN) Indonesia, dr. Vito Anggarino Damay mengingatkan setiap orang yang sudah divaksin Covid-19, tetap harus menjaga diri agar tak berkontak dengan mereka yang positif Covid-19.

“Orang yang divaksinasi masih ada risiko menyebarkan virus,” ucapnya.

Menurut Vito, usai divaksin tetap diharuskan menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, dan  menjauhi kerumunan.

Kata dia, apabila setelah divaksin berkontak dengan orang yang positif Covid-19, prosedur yang lakukan sama seperti sebelum divaksin, yakni PCR tes atau minimal antigen swab.

“(Prosedur setelah tes) saat ini masih sama, tapi tentunya setelah menerima vaksinasi diharapkan setidaknya tidak perlu (masuk) ICU atau tidak perlu rawat inap, cukup isolasi mandiri saja,” tutur Vito.

Sebelumnya, panduan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) belum lama ini menyatakan, orang yang telah divaksinasi COVID-19 tidak perlu melakukan isolasi mandiri apabila terpapar seseorang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Walau begitu, menurut CDC, mereka yang telah divaksinasi tetap harus memperhatikan gejala Covid-19 selama 14 hari setelah terpapar. Apabila mengalami gejala, mereka harus dievaluasi dan dites Covid-19.

Diingatkan CDC, orang-orang perlu tetap mematuhi semua protokol kesehatan termasuk memakai masker, menjaga jarak sosial, menghindari kerumunan dan ruang berventilasi buruk.

Ilustrasi Vaksinasi Covid-19 (Foto:Kominfo)

“Vaksinasi akan membuat seseorang reaktif ketika diperiksa rapid test antibodi ketika kekebalannya muncul. Namun ini tidak berarti positif swab antigen apalagi positif pada tes swab PCR,” kata Vito.

Tips sebelum dan sesudah vaksinasi

Vito mengingatkan agar setiap orang mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum divaksinasi.

Dia menyarankan agar tidak begadang menjelang vaksinasi serta menahan diri dari konsumsi makanan yang membuat tubuh tidak fit. Vito tak menyebut secara spesifik makanan pedas, asam dan sebagainya.

Namun menurut dia, apabila seseorang memaksakan menyantap rujak pedas lalu esoknya diare, maka sudah pasti batal divaksinasi.

Ketika hari vaksinasi tiba, saran Vito, sebaiknya tenangkan diri, jangan merokok, minum kopi atau hidangan yang menstimulasi organ tertentu misalnya suplemen atau obat pilek. Kata dia, obat batuk yang mengandung efedrin, sebaiknya jangan dikonsumsi.

Selain itu, lanjut Vito, saat tiba di lokasi jangan berlari, terburu-buru. Setidaknya selama 30 menit dalam kondisi tenang, tidak melakukan olahraga yang berat karena bisa mengakibatkan tekanan darah meningkat ketika akan diperiksa. Ketika duduk, usahakan kedua telapak kaki menyentuh lantai, siku setinggi jantung Anda (di tengah agak ke kiri).

Jawab dengan jujur pertanyaan petugas kesehatan, misalnya pernah terkena serangan jantung, lemah jantung, naik tangga 10 lantai cepat lelah atau tidak, jawab semua dengan jujur.

“Tidak perlu takut batal divaksin karena tidak bisa menjawab salah satu pertanyaan. Ini skrining menjamin kita semua. Berusaha seaman mungkin. Efek samping mungkin muncul, tetapi ini resiko kalau mau divaksin. Tentu saja, vaksin ini aman,” tukas Vito.

Kalaupun misalnya batal divaksin, tidak perlu khawatir karena akan tiba waktu berikutnya.

Setelah divaksin, seseorang diobservasi apakah ada kejadian ikutan pasca imunisas (KIPI). Kata Vito, jangan terlalu gelisah karena sakit disuntik relatif bisa ditoleransi.

Ingatlah, membawa pulang kartu atau bukti tanda vaksinasi pertama, dan bawa kembali kartu saat vaksinasi kedua.

Terakhir, Vito menyarankan agar meluangkan waktu khusus untuk vaksinasi dan beberapa jam setelahnya jangan mengisi hari tersebut dengan jadwal yang padat.

“Terkadang ada efek samping lapar dan mengantuk setelah vaksinasi,” pungkas Vito. (DRY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Corona Indonesia 28 Februari: Kasus Baru Bertambah 5.560, Total Meninggal 36.166 Orang

Jakarta, matakota.com- Kasus baru corona di Indonesia berangsur menurun. Melansir laman Co…